Kamu pasti pernah ngerasa bingung, leader. Udah naikin gaji, udah kasih benefit, tapi performa tim masih gitu-gitu aja. Mincle ngerti—soalnya banyak leader yang jatuh di lubang sama: mikir gaji itu motivator. Padahal menurut Two-Factor Theory-nya Herzberg, gaji cuma mencegah ketidakpuasan, bukan pemicu prestasi. Dan kalau kamu mau kelola tim lebih efektif, kamu harus tau bedanya.
Kenapa Gaji Itu Bukan Pemicu Semangat?
Gaji itu masuk kategori hygiene factor. Artinya, ini hal dasar yang harus kamu penuhi biar tim kamu nggak bete dan nggak mikir resign tiap minggu. Tapi masalahnya, hygiene factor itu kayak AC di kantor: kalau rusak bikin ngeluh, tapi kalau nyala ya biasa aja.
Misalnya, kamu naikin gaji salah satu anggota tim. Dia bakal seneng—tapi sebentar. Setelah itu? Performanya belum tentu naik. Dia cuma ngerasa lebih “aman”, bukan lebih termotivasi. Ini yang sering jadi blind spot para leader saat mengelola tim.
Yang Bener-Bener Mengangkat Performa Itu Motivators
Nah, beda banget sama motivators. Motivators di sini bukan berarti orang, ya. Maksudnya adalah faktor pemotivasi atau penyemangat. Faktor ini nih yang bikin tim kamu mau belajar, mau ambil inisiatif, dan mau push diri mereka sendiri.
Contohnya:
– Kamu nge-assign dia project kecil tapi penting, terus biarin dia ambil keputusan.
– Kamu ngasih feedback yang jujur tapi suportif.
– Kamu apresiasi hal-hal kecil, bukan cuma milestone besar.
– Kamu buka ruang buat mereka coba hal baru tanpa takut disalahkan.
Percaya deh, orang yang ngerasa dihargai dan punya makna dalam kerja biasanya performanya meledak jauh lebih konsisten daripada yang cuma dapat tunjangan.
Cara Praktis Kelola Tim Berdasarkan Herzberg
Buat bisa terapin cara kelola tim ala Herzberg, Mincle saranin buat kamu:
- Perbaiki hygiene factors dulu
Gaji jelas, aturan kerja jelas, hubungan kerja sehat, ekspektasi nggak plin-plan.
- Abis itu bangun motivators
Kasih growth, tantangan yang pas, ruang berpendapat, kepercayaan, dan pengakuan.
Begitu dua layer ini keurus, kamu bakal ngeliat tim kamu bukan cuma kerja… tapi maju. Tim yang berkembang itu bukan hasil dari gaji tinggi—tapi dari leader yang ngerti gimana caranya bikin manusia termotivasi.



